Tuesday, February 7, 2012

Tips dan Trik Memulai Skripsi sampai sidang Skripsi

2 komentar

“Gak ada yang sulit jika Allah memudahkan”

by. eLLa_giThu

Saya memulai menulis ini dengan senyum-senyum sendiri. Serasa ada yang ngomong dalam diri sendiri, “gaya beud sih?” He. Tapi entah mengapa saya merasa perlu menuliskan ini. Banyak sekali pengalaman yang penuh hikmah dari awal pengajuan judul sampai siding skripsi bahkan pemberkasan menuju wisuda. Bukan hanya pengalaman saya sendiri. Tapi pengalaman teman-teman saya yang syarat dengan hikmah dan kadang jika mengingatnya bisa senyum-senyum sendiri, mengucap hamdalah, terharu, dan sebagainya.

Mungkin disini akan saya ringkas, tapi semoga tidak menghilangkan inti dari tulisan ini. Tips yang saya buat ini berdasarkan pandangan saya sendiri lho. Jadi kalo ada yang berbeda pendapat atau mau menambahkan atau mengurangi ya silahkan^^

1. Pilih judul skripsi yang sesuai dengan keahlian dan minat kamu dan penelitian itu tidak sulit, tidak menghabiskan banyak waktu, apalagi biaya. Misalnya ella, ella lebih memilih metode Research and Development (penelitian pengembangan) karena ya ella mau buat produk untuk pembelajaran kimia. Dan itu melalui banyak pertimbangan dan melihat-lihat penelitian sebelumnya. Dan ella juga lebih minat dengan hal-hal yang berubungan dengan teknologi. Mungkin itu.

2. Menjalin komunikasi yang baik dengan pembimbing. Ini penting lho. Jangan sampai kita ‘deketin’ beliau cuma untuk konsul dan ketika ada masalah aja dipenelitian kita. Soalnya ada kasus yang pembimbingnya gak seneng sama bimbingannya sampe ngambek. Tapi semoga gak pernah terjadi sama kita. Sering-sering silaturrahim. Mereka (para dosen) gak akan bosan insyaAllah. Sms aja, murah kan? He”. Oiy, kenali atau cari tau ‘gaya’ bimbingan dosen tersebut, misal ada dosen yang gak suka di telpon, ada juga yang gak suka di sms. He”. Agak ribet emang. Tapi gak ribet koq, kan ada Allah yang akan memudahkan^^

3. Kerjakan skripsi dan penelitian dengan fokus. Fokus itu bukan berarti kita hanya mengerjakan itu tapi gak ngerjain apa-apa selain itu. Maksud fokus disini adalah kita bersungguh-sungguh dan berniat untuk menjadikan skripsi kita sebagai karya terbaik kita untuk kampus kita.

4. Yakin akan skripsi kita. Aneh aja kalo ada yang mau siding tapi gak yakin sama skripsinya. Meaning gak nich penelitian??

5. Estimasikan waktu dengan baik. Kamu mau sidang dan wisuda kapan? Estimasikan itu dari awal atau… sekarang juga!

6. Setelah bab 1-3 selesai. Perkuat pemahaman kita tentang metode penelitian dan teknis penelitian. Karena saat seminar pra skripsi biasanya akan sering ditanyakan. Bagaimana penerapannya? Mengapa memilih judul tersebut? Mengapa tidak ini dan itu? Dan sebagainya.

7. Saat penelitian, jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak yang membantu dalam penelitian. Jangan pelit untuk memberikan “sesuatu” untuk pihak tersebut sebagai rasa terima kasih.

8. Setelah semua selesai, kita akan menuju sidang. Yang pasti, persiapkan skripsi dan semua administrasi kelengkapan siding. Jangan sampai kita gak tau apa aja syarat untuk daftar skripsi dan sebgainya. Sering-sering nanya sama temen-temen or administrasi jurusan atau sejenisnya. Jadi gak ‘gapin’ (gagap informasi, he”)

9. Menjelang sidang. Persiapkan fisik, banyak istirahat, olahraga, jaga makanan, dan juga persiapkan ruhiyah serta mental kita.

10. Galang Doa. Banyak doa dan minta doa. Yakinlah bahwa jika siding atau skripsi kita lancar, itu bukan karena kita. Tapi karena Allah. Allah SWT yang kuasa atas segala sesuatu (ini yang penguji ella bilang sejenak setelah pengumuman kalau ella lulus, bahkan beliau terasa lebih relijius dan islami, padahal beliau berbeda agama dengan ella. Beliau-beliau adalah guru/dosen terbaik, yang selalu mendoakan kebaikan muridnya/mahasiswanya). Jadi gak ada salahnya jika kita sms semua orang yang ada di phonebook Hp kita untuk minta doanya. Tapi jangan lupa, doa orang tua adalah doa yang paling utama^^. Oiy lupa, jangan lupa minta doa pembimbing juga yah Nak! He”

11. Untuk ppt (powerPoint) usahakan jangan kayak ‘koran’. Kalo kata Bunda, ppt itu powerPOINT bukan KORAN apalagi powerTEXT jadi isinya pointernya aja. Sisanya kita yang hafal atau seharusnya kita sudah paham. Waktu presentasi yang disediakan hanya 10-15 menit, jadi maksimalkan waktu itu untuk menjelaskan hasil penelitian atau produk yang dihasilkan jika menghasilkan produk (RnD). Sisanya, sekedarnya saja.

12. Terus, kalo udah tau pengujinya. Tanya-tanya sama yang udah pernah di uji beliau. Pertanyaannya seputar apa? Setidaknya itu membuat kita ada gambaran dan kita gak begitu tegang.

13. Terus, berdasarkan pengalaman, biasanya semalam sebelum maju siding itu ada gejala tegang seperti susah tidur, jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, dan sebagainya. He” (lucu sih kalo di inget lagi). Jadi cari cara untuk bisa menenangkan diri. Kalo ella, sejak sampe kampus untuk nunggu waktu siding itu ella ngobrol n bercanda sama temen2, jadi mengurangi ketegangan. Karena deg-degan yang semalem belum ilang. He”

14. Jangan lupa sedekah… Anggap aja kita syukuran di awal untuk membayar kesuksesan kita saat sidang. Dan saat itu,,, rasanya memang tak terbayarkan^^. Oiy, kalo bisa ke anak yatim, itu lebih baik^^

Wah udah panjang nich… kalo ada pertanyaan, kita bisa diskusi disini koq, he”

Semoga bermanfaat & berjuang…

Semoga mendapat hasil terbaik dari usaha-usaha yang kita lakukan… =)

eLLa_giThu

06 Feb 2012

21:06

»»  Baca Selengkapnya...

Harus Menulis! Jika tidak, akan gila!

0 komentar

Judul di atas memang sedikit berlebihan. Kalo kata anak sekarang itu “lebay”, he”. Tapi memang itu yang akhir-akhir ini saya rasakan. Meski selama vakum nulis di blog ini karena nulis skripsi, tapi rasanya beda, beda karena di skripsi harus nulis sesuai dengan EYD, kalo di sini kan bebas. He”. Lama tak menulis , rasanya kepala ini mau pecah. Banyak sekali yang difikirkan, banyak sekali ide, banyak sekali hikmah, banyak sekali inspirasi, dan banyak sekali impian. Rasanya saya seperti mendengarkan pendapat dari banyak orang, di otak saya sendiri.

Allahu Akbar. Allah maha besar. Mungkin hal ini dirasakan setiap orang (apa cuma saya aja? He”). Kalian pernah merasakan tidak? Ketika kita melihat ada plang dilarang parkir, lalu persis di depan plang itu ada motor atau mobil yang parkir, lalu tiba-tiba kita senyum-senyum sendiri melihat itu atau barangkali terfikir untuk memfoto atau kesal karena banyak orang yang tidak taat aturan, dan sebagainya. Selalu ada perdebatan da nada yang berkomentar di otak kita.

Otak kita selalu berfikir. Hati kita hidup. Semua organ kita selalu menjalankan tugasnya sesuai perintah-NYa. Maka, ingin sekali untuk selau memulai dan menutup hari ini dengan syukur dan taubat. Alhamdulillah… Astaghfirullah…

Menulis, mungkin tidak banyak orang yang memiliki hobi ini. Namun untuk sebagian orang, menulis adalah kebutuhan. Kebutuhan seperti makan. Jika ia tidak menulis, maka ia akan sakit. Atau, ada pepatah arab yang mengatakan, “ikatlah ilmu dengan menulisnya”. Dengan menulis, kita pun telah beramal. InsyaAllah. Menulis merupakan sebuah amal dan insyaAllah amal yang bernilai ibadah di sisi-Nya jika tulisan itu bermanfaat bagi orang lain.

Dengan menuliskan apa-apa yang kita ketahui, ilmu kita tidak akan berkurang. Justru akan semakin berkah. InsyaAllah. Bahkan kadang saat menulis, kita menemukan inspirasi-inspirasi baru yang membuat kita lebih semangat untuk terus belajar dan memperluas wawasan kita.

Dengan menulis kita tidak akan rugi. InsyaAllah dengan menulis kita akan menjadi lebih bijak dalam menghadapi dan melihat suatu permasalahan. InsyaAllah…^^

Namun menulis tidak bisa dipisahkan dengan membaca. Mustahil rasanya jika kita bisa menulis tanpa bisa membaca atau aktivitas membaca itu sendiri.

Dengan menulis, rasanya diri ini ‘ringan’. Karena kita telah menuangkan perasaan kita dalam tulisan. Meski tulisan tidak bisa merespon seperti sahabat yang bisa mendengar dan memberi saran dan pandangannya bagi kita.

Maka menulis pun bisa menjadi bentuk syukur kita kepada Allah SWT. Atas segala rahmat dan kasih saying-Nya. Menulis pun bisa membuat kita lebih bermanfaat bagi sesama. Kadang meski tulisan itu hanya cerita-cerita keseharian kita. Tapi mungkin, banyak orang menemukan hikmah dari kisah kita.

Maka menulislah… dan kita akan sehat. Karena menulis merupakan aktivitas otak, tangan, mata dan organ yang lain. Anggap saja ini sebagai olah raga-nya otak yang membuat otak kita terus terjaga kesehatannya. InsyaAllah.

Maka menulislah… dan kita tidak akan gila…^^

eLLa_giThu

06 Feb 2012

20:17

»»  Baca Selengkapnya...

Friday, December 30, 2011

Kultwit #Nikah oleh Ust. Salim A Fillah

0 komentar


Sekarang emang lagi zamannya nge-twit...
Nah, Ustadz yang satu ini paling sering ngetwit...
Tentunya segala yang bermanfaat insyaAllah...
Kalau ingin berkunjung silahkan ke @salimafillah (semoga Allah selalu memberi rahmat dan kasih sayangNya kepada beliau... Hingga selalu menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan dapt menggerakkan manusia pada kebaikan)...
atau kalo mau silaturrahim dengan ella bisa ke @ella_githu (promosi.com he")

Ini adalah kultwit Ust. Salim tentang #Nikah...
kultwit ini diambil dari blognya akang Andry, semoga Allah selalu memberi rahmat dan kasih sayangNya kepada beliau...

Kultwit ini ella copas karena banyak temen yang merasa tabu ketika ngomongin nikah,,,
salah satu sahabat bilang gini waktu ella beli buku tentang nikah..
"Ntar aja bacanya, ntar pengen lhoooo..."
he"
itu cuma salah satu...
Tapi ternyata kita sebangai umat Nabi Muhammad memang harus menyiapkan diri untuk itu...
Kalo katanya mas Ippho, "Memantaskan Diri"...
Maka dari itu (wah bahasa skripsi-nya udah keluar nich, he"), saya copas n letakkan ini kultwit disini, semoga bermanfaat buat saya sendiri dan semua pembaca yang di rahmati Allah SWT...

Smangat Perbaiki Diri =)

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati.
2. 2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. "Ba'ah" adalah parameter kesiapannya.
3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan.
4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal "Ba'ah" dalam hadits itu adalah "Kemampuan seksual."
5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna "Ba'ah" yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah
6. Mengompromikan "Ba'ah" di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah
7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan "Ba'ah", maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.
8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, 'Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima'iyah (Sosial)
9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa.
10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa.
11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini.
12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah
13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi.
14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH.
15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu.
16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah
17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah
18. 'Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah
19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan.
20. Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa.
21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. "Apa obsesimu?"
22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?
23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya.
24. Lalu persiapan 'Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll
25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar'i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah
26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah
27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah
28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah
29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: "Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai" Konflik pasti meraja. #Nikah
30. ->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah
31. . Lihatlah Khadijah saat Muhammad pulang dr Hira' dengan panik & resah. Dia tak bertanya, dia sediakan ruang sendiri & kontemplasi. #Nikah
32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah
33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I: O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah
34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah
35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Ie: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah
36. -> Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri" Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah
37. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar) #Nikah
38. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4
39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu #Nikah
40. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah
41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi membekas di jiwa. #Nikah
42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: "Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?" #Nikah
43. LAZIM: "Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!" -> Anak belajar utk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah
44. LAZIM: "iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!" -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah
45. LAZIM: "Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!" -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P #Nikah
46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa (QS 4: 9) #Nikah
47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenagaan.
48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah
49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama.
50. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah
51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah
52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah
53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)
54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah
55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan dangkal #Nikah
56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah
57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya.
58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia.
59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi.
60. 'Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi.
61. Tetapi 'Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah
62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)
63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah
64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan.
65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)
66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)
67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah
68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah
69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah
70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima'iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yg kompleks secara sosial.
71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan.
72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan.
73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan.
74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah 'persahabatan', Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah
75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma'ruf.
76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah
77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor.
78. Mulailah dgn perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adl yg plg berhak diundang.
79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah
80. Stl itu, target besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah
81. Tentu berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah
82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah
83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah
84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah
85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah
86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg AMAN, RAMAH, BERMANFAAT :-) #Nikah
87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)

Wow...
Silahkan belajar lebih lanjut yah,,,
Tapi gak harus jadi ahli materi tentang ini koq,,,
hihihi... =)
»»  Baca Selengkapnya...

Kultwit Ustadz Salim A Fillah tentang #Natal

0 komentar



Sebenarnya sudah banyak yang meletakkan kultwit ust. Salim A Fillah ini di blog mereka...
Saya cuma ingin turut menyebarkan...
Sehingga kelak ketika adik atau anak kita bertanya,
"Bunda, Koq kita gak boleh ngucapin selamat natal sih?"
jadi kita bisa jawab dengan bahasa mereka... He"
oiy, kultwit ini saya ambil dari blog-nya aurachman, semoga Allah selalu memberi rahmat & kasih sayangNya kepada Beliau..

Smangat Perbaiki Diri =)

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku
Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama;
Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al
Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara
Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak
serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak
terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan
ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati
segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak
bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang
berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata,
dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan
mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu
agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam
buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya
dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya,
yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25
Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya. 17. Sebab Maryam nan sungguh
berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu
Maret, bukan Desember. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des
itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa,
agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal 20. Sayangnya, hampir seluruh
gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God'
sebagai 'Sun of God'. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini
harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa
itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di
'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan
yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala
yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal 26. Jika keterlibatan dalam
kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama
ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy;
menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara
tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim
Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan
Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-
hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal
tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat
ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan
sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al
Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal
Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-
duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak
sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim
minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah
agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak.
Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka
tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: [t.co]
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan &
mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal
44.Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB
(tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi
misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim,
terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadarauLlah sedang
fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)

Untuk lebih detail... silahkan membaca lebih lanjut dari sumber2 yang terpercaya lainnya =)
Smangat untuk terus belajar =)
»»  Baca Selengkapnya...